Subscribe or follow us on:

  PELEPASLIARAN ELANG JAWA (Spizaetus bartelsi) HASIL SITAAN BALAI BESAR KSDA JAWA TIMUR KE HABITAT ALAMINYA DI CAGAR ALAM/TAMAN WISATA ALAM KAWAH IJEN BANYUWANGI-JAWA T

Burung Enggang Masih Dibantai

Written by  Kamis, 03 Januari 2013 11:04

PONTIANAK, KOMPAS.com - Pembantaian burung enggang untuk diperdagangkan paruhnya masih terjadi. Dari ratusan temuan, kasus terakhir 14 enggang.


Pembantaian satwa dilindungi ikon Kalimantan Barat itu terakhir kali diketahui tim Ekspedisi Uud Danum pada November dan Desember 2012 di Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang. Ekspedisi pemetaan artefak budaya Dayak Uud Danum dan keanekaragaman hayati itu diadakan Paguyuban Uud Danum, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalbar, serta WWF Indonesia program Kalbar.

Temuan pembantaian dipaparkan peneliti fauna Ekspedisi Uud Danum dan anggota Kalimantan Birding Club, Firdaus, Selasa (18/12/2012), di Pontianak, seusai ekspedisi. ”Perburuan enggang demi paruhnya sejak tiga tahun lalu, tapi baru marak 2012 setelah beberapa kali penyelundupan digagalkan,” kata dia.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar menggagalkan penyelundupan 270 paruh enggang, Agustus dan September lalu. Paruh diselundupkan ke China melalui Bandar Udara Supadio.

Perburuan dan pembantaian enggang di Ambalau, Sintang, terjadi di kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Perdagangan paruh setidaknya melibatkan 4 rantai: pemburu, pengumpul pertama, pengumpul kedua, dan penjual ke luar negeri. Dari Sintang, paruh dijual ke Sarawak, Malaysia, lalu dijual lagi ke Singapura.

Di tangan pemburu, tiga tahun lalu harga paruh enggang Rp 800.000 per buah. Kini Rp 4 juta per buah. Harganya terus naik dan kini Rp 4 juta per ons di tangan penjual ke luar negeri. Satu paruh beratnya 4-8 ons.

Menurut Firdaus, paruh dan batok kepala enggang biasa dijadikan bahan baku ukiran atau obat. Sintang adalah tempat hidup mayoritas spesies enggang Indonesia. Di Sintang, lanjut dia, hidup 7 dari 10 spesies enggang yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Manajer Program WWF Indonesia Program Kalbar Hermayani Putera mengatakan, temuan pembantaian enggang itu penegasan kasus yang ditangani BKSDA Kalbar. ”Tanpa penanganan aktif, enggang akan punah beberapa tahun lagi,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Uud Danum Rafael Samsudin menjelaskan, pihaknya akan mendorong penegakan hukum adat supaya para pelaku jera. (AHA)

 

Read 68 times Last modified on Senin, 07 Januari 2013 10:18

Category Menu

Most popular

BKSDA Yogyakarta serahkan elang ke WRC Jogja

Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta menyer

Read more
Spesis baru kukang ditemukan di Kalimantan

Jakarta (ANTARA News) - Beberapa peneliti menemukan spesies terbaru primata sepe

Read more
Pasangan Harimau Sumatera Kawin di Washington

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pasangan harimau Sumatera (panthera trigris sumatrae) k

Read more
Tiga Bayi Harimau Lahir di Taman Rimbo

JAMBI, KOMPAS.com - Uni, harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang menghu

Read more
Rafflesia "kembar siam" di rimba Bengkulu

Bengkulu (ANTARA News) - Hujan lebat disertai petir tidak menyurutkan niat sejum

Read more
056292
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
36
219
36
53989
7885
11652
56292

Your IP: 204.236.226.210
Server Time: 2013-01-27 01:36:09