Subscribe or follow us on:

  Penyu-penyu muda selama ini disebutkan selalu menempuh jalur migrasi dengan mengikuti pola seperti yang dilakukan para pendahulunya. Para penyu itu menumpang arus subtropis

Indonesia Masuk Daftar Pengelolaan Hutan Terburuk

Written by  Wednesday, 14 May 2014 07:43

 

Menurut laporan terbaru Maplecroft, sebuah lembaga analisis risiko dan pemetaan yang mengompilasikan data dari 180 negara di dunia, Nigeria, Indonesia, dan Korea Utara merupakan tiga negara dengan tingkat deforestasi paling cepat di dunia. 
 
Negara-negara ini sangat berisiko kehilangan spesies tanaman dan hewan yang mampu menyediakan keuntungan seperti udara bersih dari hutan, sumber air untuk sungai-sungai dan mangrove yang melindungi pesisir pantai. Padahal, semua bisa membantu mendukung ekonomi negara tersebut.
 
“Deforestasi juga bisa merusak upaya sebuah negara dalam mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) mereka karena hutan memegang peranan penting dalam meredam perubahan iklim global lewat penyerapan karbon,” kata Arianna Granziera, analis Maplecroft.
 
Indonesia sendiri kehilangan sekitar 1 juta hektar hutan per tahun. Jika dibandingkan, ukuran itu kurang lebih sama dengan 13 kali ukuran luas Singapura. Penyebab utama dari deforestasi adalah perluasan perkebunan kelapa sawit. Angkanya mencapai 16 persen dari total penyebab deforestasi.
 
Nigeria, negara yang berada di posisi puncak sebagai negara yang paling rajin memusnahkan kawasan hutannya, kehilangan sekitar 2 juta hektar hutan per tahun dalam kurun waktu 2005 sampai 2010 lalu. Penyebabnya adalah perluasan lahan pertanian, logging, dan perkembangan infrastruktur.
 
China merupakan negara terbaik yang mampu mereduksi kehilangan lahan hutan mereka karena adanya undang-undang perlindungan yang agresif dan skema penanaman kembali hutan-hutan. Tetapi ironisnya, langkah yang diambil negeri tersebut memicu deforestasi di negara lain.
 
“Kebutuhan pasar China yang sangat tinggi atas kayu membuat impor kayu mereka meningkat. Sebagian besar kayu dibeli China berasal dari Amerika Serikat dan Kanada. Namun banyak pula impor ilegal dari Brazil, Kamboja, dan negara-negara berkembang lain di sekelilingnya,” ucap Granziera. (Sumber: nationalgeographic.co.id)

 

Read 50 times Last modified on Monday, 19 May 2014 08:16

Category Menu

Most popular

Workshop IPA dan IPEA

  Bertempat di Hotel Sahira Boutiqe Bogor, kegiatan yang diselenggarakan o

Read more
Indonesia Biodiversity Expo

  Akuarium tersebut sengaja didisain seperti ekosistem laut, didalamnya be

Read more
Indonesia Masuk Daftar Pengelolaan Hutan Terburuk

  Menurut laporan terbaru Maplecroft, sebuah lembaga analisis risiko dan p

Read more
Menangkal Kepunahan Kera Besar Nusantara

  Suatu siang medio Juni, seekor orangutan bertengger di pohon ara gendang

Read more
Cara Intimasi Badak dengan Pasangan

  Mandi berkubang merupakan kegiatan rutin harian yang sangat penting bagi

Read more