Subscribe or follow us on:

Mangrove tidak hanya memiliki fungsi ekologi, tetapi juga ekonomi. Ketika di berbagai daerah perhatian masyarakat terhadap kondisi kawasan mangrove meningkat, di Bengkulu justru

KTGBI Membudidayakan Gaharu

Written by  Wednesday, 27 August 2014 09:34

 

Kayu Gaharu, sebuah komoditi yang memiliki harga jual tinggi, saat ini sangat diminati oleh pasar luar negeri khususnya Timur Tengah karena ekstraknya mempunyai banyak kegunaan, seperti obat-obatan, parfum, aroma terapi dan lain sebagainya. Karena itu lah diluar jawa seperti Kalimantan dan Papua eksploitasi terhadap tanaman yang memiliki nama latin Aquilaria malaccensis ini cukup tinggi, meskipun pemerintah telah mengatur peredaran dan kuota panen komoditi ini, tetapi ketersedianya di hutan alam terus berkurang.
 
Salah satu cara untuk menjaga kelestarian Kayu Gaharu adalah dibudidayakan. Itulah yang dilakukan oleh salah satu kelompok tani yang ada di Sumenep-Madura, Kelompok Tani Gaharu Budidaya Indonesia (KTGBI) ini membudidayakan gaharu jenis Aquilaria malaccensis di Wilayah Sumenep dan pulau-pulau disekitar Pulau Madura dengan jumlah anggota kelompok tani sebanyak 118 petani dan telah menanam sebanyak 1.853 semai gaharu.
 
Saat ini pemanfaatan komoditas berbau harum ini diatur melalui Peraturan Pemerintah No.8 tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar dan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.447/2003, serta dimasukan dalam Apendiks II CITES yang membuat perdagangannya mesti diatur melalui kuota.
 
BBKSDA Jawa Timur melalui Seksi Wilayah IV di Sumenep melakukan pendampingan kepada Kelompok Tani KTGBI,  dimana dari petugas selain melakukan pemeriksaan juga memberi pengarahan mengenai peraturan-peraturan tentang Gaharu, prosedur penanaman, dan kelengkapan dokumen yang diperlukan untuk kegiatan budidaya tanaman ini sesuai dengan peraturan yang berlaku. 
 
Meskipun kelak kayu-kayu Gaharu dipanen untuk kesejahteraan petani paling tidak selama Tanaman ini hidup kita dapat merasakan kebermanfaatanya bagi lingkungan dan  tidak menutup kemungkinan jika terus dikembangkan maka jenis tanaman ini selalu terjaga kelestarianya  di alam sehingga tidak akan mengalami kepunahan, dan kelak Kayu Gaharu tidak hanya menjadi sebuah dongeng bagi anak dan cucu kita. (Didik Sutrisno, Calon Penyuluh Kehutanan di SKW. IV Sumenep)
 

 

Read 125 times Last modified on Wednesday, 27 August 2014 09:38

Category Menu

Most popular

Ucul-Ucul Tukik di Kili-Kili

Taman Kili-Kili yang biasanya sepi pengunjung, mendadak ramai oleh ratusan pel

Read more
Pameran Konservasi dalam Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri Tahun 2014

  Sebagai agenda rutin Pemerintah Kabupaten Kediri, Pekan Budaya dan Pariw

Read more
Lebih Dekat Dengan Penjaga Lereng Argopuro

Tak banyak yang mengenal sosok pemuda satu ini, apalagi bagi kita yang belum p

Read more
Kebun Binatang Surabaya Resmi Miliki Ijin Lembaga Konservasi

  Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyerahkan ijin Lembaga Konservasi kep

Read more
KTGBI Membudidayakan Gaharu

  Kayu Gaharu, sebuah komoditi yang memiliki harga jual tinggi, saat ini s

Read more