Subscribe or follow us on:

Desa Hadiwarno, Ngadirojo, Pacitan, memiliki sebuah pantai bernama Pantai Taman yang telah lama menjadi kawasan untuk bertelur Penyu. Sejak dulu masyarakat desa ini tidak memiliki

Konservasi Penyu di Pacitan

Written by  Friday, 01 November 2013 00:00
Desa Hadiwarno, Ngadirojo, Pacitan, memiliki sebuah pantai bernama Pantai Taman yang telah lama menjadi kawasan untuk bertelur Penyu. Sejak dulu masyarakat desa ini tidak memiliki wawasan mengenai penyu, sehingga ketika ada penyu yang mendarat untuk bertelur langsung di tangkap dan diperjualbelikan. Meski tidak sampai dijadikan bahan pangan, karena masyarakat setempat percaya bahwa satwa ini memiliki nilai mistis.
 
Mengingat makin turunnya populasi dan penangkapan penyu yang tinggi di pantai taman ria, Tim Ekspedisi Biokonservasi (TEB) – Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (LPSK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan sosialisasi program konservasi penyu untuk wisata pada masyarakat Dusu Taman Desa Hadiwarno pada 1 Desember 2012. Pada saat itu pula disepakati pembentukan Kelompok Masyarakat Penyelamat Penyu untuk Wisata (KMKPW) “Taman Ria” yang beranggotakan 31 orang masyarakat setempat. Bapak Wahyu adalah dosen penelitian hewan langka UMM, melihat adanya penyu yang mendarat di pantai tersebut maka berinisiatif melakukan upaya penyadaran konservasi terhadap masyarakat, sehingga pada tanggal 1 Desember 2012, masyarakat diundang untuk bermusyawarah untuk melekukan upaya konservasi dengan melakukan penetasan dan pembesaran telur penyu. Sejak saat itu kegiatan konservasi penyu mulai digalakkan oleh kelompok ini dengan mengembalikan induk penyu bertelur di kawasan pesisir pantai, mengumpulkan telur penyu, penetasan telur, memelihara tukik-tukik, dan melepaskan kembali ke habitatnya.
 
Beberapa jenis penyu seperti Penyu Hijau, Penyu Pipih, Penyu Sisik, dan Penyu Belimbing, sering mendarat di pantai Taman Ria. Penyu Hijau biasa bertelur,  pada bulan Maret hingga September kemarin sebanyak 22 induk penyu hijau bertelur. Sedangkan penyu pipih hanya sesekali mendarat, dan Penyu Belimbing tercatat 5 tahun sekali mendarat untuk bertelur. Hingga kini, kelompok ini berhasil menetaskan telur penyu sebanyak 300 buah, dan telah melepaskan tukik sebanyak 200 ekor dengan umur pembesaran 3 bulan, sedangkan sisanya masih di dalam pembesaran yang direncanakan hingga umur 6 bulan. 
 
Saat ini kegiatan konsevasi penyu ini dibuka untuk khalayak umum yang ingin melihat lokasi konservasi penyu, dengan penarikan retribusi masuk sebesar 2000 rupiah guna membantu dalam pembelian pakan penyu. Harapan dari masyarakat dan pengelola khususnya, adanya perhatian dari instansi terkait untuk mendukung pengembangan konservasi penyu yang telah dilakukan ke depannya.
 
Teks : Suyitno, PEH di Bidang KSDA Madiun
Editor : Agus Irwanto
Read 75 times Last modified on Monday, 18 November 2013 08:33
More in this category: Burung Prenjak »

Category Menu

Most popular

Bersih-Bersih Cagar Alam Manggis Gadungan

Sabtu pagi,  16 November 2013, Kelompok Pecinta Alam Reksa Buana dari Unive

Read more
Sosialisasi pengembangan MDK Desa Cowek

14 Nopember 2013 Balai Besar KSDA Jawa Timur mengadakan rapat Sosialisasi Pengem

Read more
Migrasi Burung di Indonesia

Memasuki musim dingin di belahan Bumi bagian utara, sejumlah burung sudah memula

Read more
Satu jaguar milik Kebun Binatang Surabaya mati

Jaguar (Panthera onca) bernama Dainler milik Kebun Binatang Surabaya mati di kan

Read more
Kurban di Komplek Kehutanan

Masjid Al Hidayah, tahun ini menyelenggarakan pemotongan hewan kurban dengan mem

Read more
196781
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
294
1885
5385
185804
17928
16232
196781

Your IP: 204.236.226.210
Server Time: 2013-11-23 15:10:24