Subscribe or follow us on:

Sempu, bbksdajatim.org – Sebanyak 4 (empat) ekor Elang Bondol (Haliastur indus) yang berasal dari Kebun Binatang Surabaya (KBS) akhirnya dilepasliarkan setelah menjalani masa hab

Popularitas Kopi Luwak Mengancam Luwak

Written by  Tuesday, 23 April 2013 09:36
1722542-tif--kopi-luwak-kediri--p
 
KOMPAS.com — Nama kopi luwak dari Indonesia mencapai kepopulerannya beberapa tahun belakangan ini. Meski diketahui asal mulanya berasal dari kotoran luwak yang memakan biji kopi, pecinta minuman hitam ini (terkadang putih) tidak mundur.
Ketenaran kopi luwak membuat harganya melambung. Bahkan, salah satu situs web internasional penjual kopi ini mematok harga hingga 280 dollar AS (Rp 2,7 juta-an) per 0,45 kilogram. Namun, yang paling terdampak dari semua popularitas ini adalah si luwak itu sendiri.
 
Banyak produsen yang kemudian menangkap luwak di alam liar, menangkar, dan memaksanya memakan biji kopi. Kondisi penangkaran jauh dari kata layak, seperti dilaporkan oleh Chris Shepherd sebagai Direktur Deputi Regional TRAFFIC, LSM anti-perdagangan hewan liar.
 
Shepherd mengunjungi penangkaran luwak pada tahun 2010 dan 2012 di Jakarta. Ia mendokumentasikan penjualan 30 luwak dari tiga spesies, yaitu Viverricula indica, Paradoxurus hermaphroditus, dan Arctogalidia trivirgata.
 
Meski secara teori ketiganya tidak dalam status terancam, perdagangan ini berdampak hebat pada populasinya. "Semakin tinggi permintaan, dilaporkan adanya luwak spesies lain yang ditangkap dan ditambahkan ke penangkaran luwak penghasil kopi," ujar Shepherd seperti dilansir dari Mongabay, Selasa (16/4/2013).
 
Banyaknya "luwak palsu" ini membuat kopi luwak dianggap sebagai tipuan saja atau barang favorit baru semata. Specialty Coffee Association of America (SCAA) menegaskan, "Ada konsensus umum dalam industri kopi bahwa rasanya sangat tidak enak."
 
SCAA juga mengklaim bahwa nyaris semua kopi luwak yang ada di pasaran adalah palsu. Mengingat ada 50 kali jumlah kopi yang ditawarkan dibanding yang dihasilkan.
 
"Beberapa spesies luwak sudah lebih dulu terancam karena hilangnya habitat dan perburuan, dan ini (produksi kopi) hanya menambah satu tekanan lagi," kata Shepherd. (Zika Zakiya/National Geographic Indonesia)
Read 23 times Last modified on Tuesday, 23 April 2013 09:45

Category Menu

Most popular

Fasilitasi Pertemuan Forum Pengelola Teluk Pangpang

Forum  Pengelolaan Ekosistem Esensial  Kawasan Mangrove Teluk Pangpang

Read more
Popularitas Kopi Luwak Mengancam Luwak

  KOMPAS.com — Nama kopi luwak dari Indonesia mencapai kepopulerannya

Read more
Kades dan Camat Suruh TNKT Angkat Kaki

TOUNA – Puluhan Kepala Desa (Kades) dan Camat beserta sejumlah warga menyegel

Read more
Ini Bukti Keberadaan Badak Sumatera di Kalimantan

JAKARTA, KOMPAS.com — Badak sumatera di Kalimantan diperkirakan telah punah se

Read more
Elang Dijual Online di Yogya, Berkedok Konservasi

TEMPO.CO, Yogyakarta - Aktivis perlindungan satwa menggelar protes unt

Read more
091770
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
308
262
1095
88124
2593
10882
91770

Your IP: 204.236.226.210
Server Time: 2013-05-07 20:14:42